Adsense Makin Akrab di Masyarakat, Blogger Harus Waspada

Saya lupa kapan waktu tepatnya, yang jelas sudah agak lama, ada acara talkshow di televisi. Jarang-jarang sebenarnya nonton televisi (kecuali nonton bola), tetapi talkshow ini menarik perhatian saya karena narasumber di acara itu (kalau tidak salah dari Kemenkominfo) menyebut kata "adsense".

Berawal dari topik yang dibahas yaitu maraknya berita hoax di internet, bapak itu berpendapat bahwa hal itu disebabkan amat mudahnya memposting suatu berita di internet. "Tidak perlu ada wartawan, tidak perlu ada perusahaan, mereka sudah bisa hidup dari adsense". Kurang lebih seperti itu ungkapannya.

Kawan, seberapa sering kalian mendengar kata adsense di televisi. Kalau saya itulah kali pertama mendengarnya.

Kemudian akhir-akhir ini, Deddy Corbuzier lewat video-videonya di Youtube juga sering menyebut kata adsense. Lagi-lagi karena konten hoax atau video tak berkualitas dari orang yang hanya mengejar viral dan keuntungan dari adsense.

Apa makna dari semua ini?

Topik tentang adsense bukan lagi menjadi perbincangan eksklusif antar sesama publisher, tetapi sudah jadi topik umum di masyarakat. Orang yang baru mendengar adsense dari televisi, tentu penasaran dan mencari tahu bagaimana sih blog-blog itu bisa menghasilkan uang, bagaimana agar bisa dapat uang dari adsense, dan sebagainya.

Apakah semakin banyak orang yang paham adsense  akan berdampak positif bagi para blogger saat ini? Atau malah berdampak buruk?

Tergantung blogger sendiri sih, menurut saya. Kalau yang jujur dan tidak suka nyebarin hoax, saya yakin dampaknya positif. Berikut alasannya:

1. CPC akan naik
Seperti kita ketahui, salah satu faktor tinggi/rendahnya pendapatan blogger adalah berapa CPC (bayar per klik) dari iklan adsense. Sementara ini CPC di Indonesia kalah jauh dengan luar negeri, karena banyak faktor seperti klik tidak sengaja, konten blog yang dangkal, dan banyak faktor lain.

Nah dengan semakin cerdasnya masyarakat, maka klik tidak sengaja akan berkurang. Mungkin jumlah kliknya akan turun, tapi karena kliknya berkualitas, maka bayar per kliknya akan lebih mahal. Itulah yang terjadi di negara-negara besar, dimana kepercayaan perusahan (pengiklan) sudah tinggi, sehingga berani membayar mahal.

2. Persaingan blog lebih sehat
Masyarakat yang cerdas akan memilih konten blog seperti apa yang perlu dan tidak perlu dibaca. Tidak asal langsung share. Saat ini masih banyak video hasil reupload yang trending di youtube,atau artikel clickbait (judul tidak sesuai isi) yang muncul di hasil pencarian google, semua itu karena masih banyak membaca.

Nah, filter terbaik dari berita hoax seperti itu adalah pembaca sendiri. Semakin masyarakat sadar bahwa ada motif ekonomi  dari produksi info-info hoax, apa iya masih mau baca info dari blog yang aama apalagi klik iklannya.

Kondisi ini akan menguntungkan blogger sendiri. Semangat menyajikan konten yang berkualitas sejalan dengan keinginan pembaca yang ingin mengonsumsi info berkualitas. Bukan sebaliknya, dimana blogger mati-matian membuat konten original dan bermanfaat, aedangkan masyarakat sendiri masih membomingkan artkel/video abal-abal.

Author

Azam Arifin Azam Arifin Terkadang perjalanan hidup tidak cukup hanya dijalani, tapi juga perlu dikisahkan.

Post a Comment