Logika Blogger

logika blogger

Kawan, sudahkah kalian mandi hari ini? Musim penghujan kadang membuat kita jadi malas mandi. Apalagi kalau seharian cuma di rumah saja, pasti bawaannya malas-malasan.

Seorang teman sempat berkeluh kesah tentang blognya yang sedang sepi. Blognya berisi sinopsis film-film terbaru. Katanya dulu dia bisa menarik puluhan bahkan ratusan ribu pageview tiap hari ke blognya. Apalagi jika ada film-film terbaru yang trending, blognya bak pasar yang ramai dikunjungi.

Tapi sekarang, bisa dapat belasan ribu pageview saja untungnya bukan main. Dan tentu saja itu berefek pada pendapatan yang masuk dari blognya.

“Sekarang internet sudah lebih mudah. Wifi ada di mana-mana. Orang lebih pilih nonton filmnya langsung ketimbang baca sinopsisnya.”

Demikian analisisnya.

Saya percaya, siapapun orang yang pernah punya blog dengan pengunjung yang begitu banyak pasti jago, baik baik kualitas artikelnya atau seo nya. Sekalipun sekarang berada pada titik terendah,tidak tahu harus berbuat apa untuk mengembalikan kejayaan blognya. Seperti teman saya itu.

Kawan, itulah resiko main blog. Ada perubahan yang begitu cepat dan tanpa kita sadari perilaku visitor kita juga berubah. Bagaimanapun blog itu kontennya dominan artikel, bukan video. Maka pengunjung blog itu kalau bukan dia suka membaca, ya tidak bisa menemukan apa yang diinginkannya dari video.

Konten-konten berupa tutorial yang saat ini banyak disebut sebagai salah satu niche blog dengan pengunjung tertinggi, dijamin lambat laun akan ditendang oleh kreator-kreator video keren. Karena dengan internet yang makin merakyat dan murah, orang pasti pilih mana yang lebih mudah, yang menghabiskan waktu lebih cepat membuat mereka bisa dan mengerti.

Menurut saya, menjadi blogger yang serius itu harus pintar-pintar “merasa”. Ngeblog itu seni merasa. Merenungi kondisi yang terjadi di blog. Melakukan evaluasi, minimal melihat 10 artikel yang paling banyak dikunjungi orang, setiap hari. Membukanya, membaca lagi. Sehingga alam bawah sadar menggiring kita untuk menulis konten dengan style serupa. Style yang disukai banyak orang.

Baca-baca tips dari orang lain yang sudah sukses ngeblog boleh-boleh saja. Tetapi terus-terusan mencari tips, cari ini kurang pas, cari yang lain lagi, tidak lebih dari membuat pikiran kita makin kacau. Sebab para mastah pun punya pengalaman masing-masing dalam membesarkan blognya. Trial and error lebih menjamin daripada sibuk mencari tips sukses orang lain.

Beberapa orang bilang saat ini pengguna internet sedang bertransisi dari konten berbasis artikel menuju konten berbasis video. Enakan nonton video ketimbang baca tulisan. Ya kan? Di forum-forum blog pun, banyak blogger kini yang migrasi jadi youtuber. Latah? Tidak! Ini seperti hukum ekonomi, semakin banyak permintaan maka akan produksi meningkat.

Maka dengan tantangan seperti itu, siapapun yang masih setia menyajikan konten berbentuk artikel (seperti saya), harus benar-benar memikirkan konten yang memang harus disajikan dalam bentuk artikel. Meskipun orisinal dan berkualitas, tapi jika itu lebih mudah disajikan dalam bentuk video, orang akan mengabaikan. Saat ini mungkin masih ada pageviewnya, tapi ke depan hampir dipastikan akan tenggelam.